Rabu, 10 Juni 2009

Pembagian IP address kelas A,B,C

IP Address adalah nomor unik yang ada pada computer yang bisa berguna untuk menghubungkan banyak computer dalam jaringan sehingga juga dapat bertukar data maupun fasilitas yang deimiliki antar Komputer tersebut…. :-)

hemmm. Nomor ini bersifat unik karena setiap Komputer memiliki TCP/IP yang berbeda-beda

IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host (komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network. Secara logika, Internet merupakan suatu network besar yang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi. Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia. Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda. Untuk itu, penggunaan IP Address di seluruh dunia dikoordinasi oleh lembaga sentral Internet yang di kenal dengan IANA - salah satunya adalah Network Information Center (NIC) yang menjadi koordinator utama di dunia

IP address dibagi menjadi 3 kelas A, Kelas B, dan Kelas C.

  • Apa bisa dalam pemakai IP address 3 kelas (A, B, dan C) digubungkan?
    Jika bisa bagaimana caranya?
    Jika tidak mengapa?

    Berikut ini cara cara untuk menjawab pertanyaan berikut…… :D
    Kelas A
    IP address kelas A terdiri dari 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar JJ. Pada bit pertama berikan angka

Ø 0 sampai dengan 127. (0-127)

Karakteristik IP Kelas A
Format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit Pertama : 0
NetworkID : 8 bit
HostID : 24 bit
Bit Pertama : 0 -127
Jumlah : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
Range IP : 1.x.x.x – 126.x.x.x
Jumlah IP : 16.777.214
Misalnya IP address 120.31.45.18 maka
Network ID = 120
HostID = 31.45.18

Ø Untuk Subnetmask =255.0.0.0

Ø
Jadi IP address di atas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120

Kelas B
IP address kelas B terdiri dari 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama berikan angka 10, sehingga bit awal IP tersebut mulai dari (128 – 191).

Karakteristik IP Kelas B
Format : 10NNNNNN..NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit Pertama : 10
NetworkID : 16 bit
HostID : 16 bit
Bit Pertama : 128 -191
Jumlah : 16.384
Range IP : 128.1.x.x – 191.155.x.x
Jumlah IP : 65.532
Misalnya IP address 150.70.45.18 maka
Network ID = 150.70
HostID = 60.56

Ø Untuk Subnetmask =255.255.0.0

Ø Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70

Kelas C
IP address kelas C terdiri dari 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan untuk ukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. Biasanya ini terdapat dalam Warnet-Warnet maupun sebuah sekolah. Pada 3 bit pertama berikan angka 110 sehingga bit awal IP tersebut mulai dari (192 – 223).

Karakteristik IP Kelas C
Format : 110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH
Bit Pertama : 110
NetworkID : 24 bit
HostID : 8 bit
Bit Pertama : 192 - 223
Jumlah : 16.384
Range IP : 192.0.0.x.x – 223.255.255.x.x
Jumlah IP : 254 IP
Misalnya IP address 192.168.1.1 maka
Network ID = 192.168.1
HostID = 1

Ø Untuk Subnetmask =255.255.255.0

Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1. Semoga bermanfaatya… :-) =))

Pemahaman IP Address

Walaupun bagi para pengguna Internet umumnya kita hanya perlu mengenal hostname dari mesin yang dituju, seperti: server.indo.net.id, rad.net.id, ui.ac.id, itb.ac.id. Bagi komputer untuk bekerja langsung menggunakan informasi tersebut akan relatif lebih sulit karena tidak ada keteraturan yang dapat di programkan dengan mudah. Untuk mengatasi hal tersebut, komputer mengidentifikasi alamat setiap komputer menggunakan sekumpulan angka sebanyak 32 bit yang dikenal sebagai IP address.

Adanya IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host (komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network. Secara logika, Internet merupakan suatu network besar yang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi. Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia. Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda. Untuk itu, penggunaan IP Address di seluruh dunia dikoordinasi oleh lembaga sentral Internet yang di kenal dengan IANA – salah satunya adalah Network Information Center (NIC) yang menjadi koordinator utama di dunia untuk urusan alokasi IP Address ini adalah:

InterNIC Registration Services Network Solution Incorporated 505 Huntmar Park Drive, Herndon, Virginia 22070 Tel: [800] 444-4345, [703] 742-4777 FAX: [703] 742-4811 E-mail: hostmaster@internic.net

Sedangkan untuk tingkat Asia Pasifik saat ini masih dikoordinasi oleh:

Asia Pacific Network Information Center c/o Internet Initiative Japan, Inc. Sanbancho Annex Bldg., 1-4, Sanban-cho, Chiyoda-ku, Tokyo, 102 Japan Tel: +81-3-5276-3973 FAX: +81-3-5276-6239 E-mail: domreg@apnic.net http://www.apnic.net

Struktur IP Address

IP Address terdiri dari bilangan biner sepanjang 32 bit yang dibagi atas 4 segmen. Tiap segmen terdiri atas 8 bit yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 – 255. Range address yang bisa digunakan adalah dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai dengan 11111111.11111111.11111111.11111111. Jadi, ada sebanyak 232 kombinasi address yang bisa dipakai diseluruh dunia (walaupun pada kenyataannya ada sejumlah IP Address yang digunakan untuk keperluan khusus). Jadi, jaringan TCP/IP dengan 32 bit address ini mampu menampung sebanyak 232 atau lebih dari 4 milyar host. Untuk memudahkan pembacaan dan penulisan, IP Address biasanya direpresentasikan dalam bilangan desimal. Jadi, range address di atas dapat diubah menjadi address 0.0.0.0 sampai address 255.255.255.255. Nilai desimal dari IP Address inilah yang dikenal dalam pemakaian sehari-hari. Beberapa contoh IP Address adalah :

44.132.1.20
167.205.9.35
202.152.1.250

Ilustrasi IP Addres dalam desimal dan biner dapat dilihat pada gambar 1 berikut:

IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (bit-bit network/network bit) dan bagian host (bit-bit host/host bit). Bit network berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan bit host berperan dalam identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki bit network yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network. Ada 3 kelas address yang utama dalam TCP/IP, yakni kelas A, kelas B dan kelas C. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut:

Jika bit pertama dari IP Address adalah 0, address merupakan network kelas A. Bit ini dan 7 bit berikutnya (8 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 24 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian hanya ada 128 network kelas A, yakni dari nomor 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx, tetapi setiap network dapat menampung lebih dari 16 juta (2563) host (xxx adalah variabel, nilainya dari 0 s/d 255). Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar 2 berikut.

Jika 2 bit pertama dari IP Address adalah 10, address merupakan network kelas B. Dua bit ini dan 14 bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 16 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 16 ribu network kelas B (64 x 256), yakni dari network 128.0.xxx.xxx – 191.255.xxx.xxx. Setiap network kelas B mampu menampung lebih dari 65 ribu host (2562). Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar 3 berikut.

Jika 3 bit pertama dari IP Address adalah 110, address merupakan network kelas C. Tiga bit ini dan 21 bit berikutnya (24 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 8 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 2 juta network kelas C (32 x 256 x 256), yakni dari nomor 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. Setiap network kelas C hanya mampu menampung sekitar 256 host. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar 4.

Selain ke tiga kelas di atas, ada 2 kelas lagi yang ditujukan untuk pemakaian khusus, yakni kelas D dan kelas E. Jika 4 bit pertama adalah 1110, IP Address merupakan kelas D yang digunakan untuk multicast address, yakni sejumlah komputer yang memakai bersama suatu aplikasi (bedakan dengan pengertian network address yang mengacu kepada sejumlah komputer yang memakai bersama suatu network). Salah satu penggunaan multicast address yang sedang berkembang saat ini di Internet adalah untuk aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint), menggunakan Multicast Backbone (MBone). Kelas terakhir adalah kelas E (4 bit pertama adalah 1111 atau sisa dari seluruh kelas). Pemakaiannya dicadangkan untuk kegiatan eksperimental.

Jenis kelas address yang diberikan oleh kooordinator IP Address bergantung kepada kebutuhan instansi yang meminta, yakni jumlah host yang akan diintegrasikan dalam network dan rencana pengembangan untuk beberapa tahun mendatang. Untuk perusahaan, kantor pemerintah atau universitas besar yang memiliki puluhan ribu komputer dan sangat berpotensi untuk tumbuh menjadi jutaan komputer, koordinator IP Address akan mempertimbangkan untuk memberikan kelas A. Contoh IP Address kelas A yang dipakai di Internet adalah untuk amatir paket radio seluruh dunia, mendapat IP nomor 44.xxx.xxx.xxx. Untuk kelas B, contohnya adalah nomor 167.205.xxx.xxx yang dialokasikan untuk ITB dan jaringan yang terkait ke ITB dibawah koordinator Onno W. Purbo.

Address Khusus

Selain address yang dipergunakan untuk pengenal host, ada beberapa jenis address yang digunakan untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal host. Address tersebut adalah :

* Network Address.
Address ini digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan Internet. Misalkan untuk host dengan IP Address kelas B 167.205.9.35. Tanpa memakai subnet, network address dari host ini adalah 167.205.0.0. Address ini didapat dengan membuat seluruh bit host pada 2 segmen terakhir menjadi 0. Tujuannya adalah untuk menyederhanakan informasi routing pada Internet. Router cukup melihat network address (167.205) untuk menentukan kemana paket tersebut harus dikirimkan. Contoh untuk kelas C, network address untuk IP address 202.152.1.250 adalah 202.152.1.0. Analogi yang baik untuk menjelaskan fungsi network address ini adalah dalam pengolahan surat pada kantor pos. Petugas penyortir surat pada kantor pos cukup melihat kota tujuan pada alamat surat (tidak perlu membaca seluruh alamat) untuk menentukan jalur mana yang harus ditempuh surat tersebut. Pekerjaan “routing” surat-surat menjadi lebih cepat. Demikian juga halnya dengan router di Internet pada saat melakukan routing atas paket-paket data.
* Broadcast Address.
Address ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu network. Seperti diketahui, setiap paket IP memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh paket tersebut. Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses paket tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya. Bagaimana jika suatu host ingin mengirim paket kepada seluruh host yang ada pada networknya ? Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi paket sebanyak jumlah host tujuan. Pemakaian bandwidth akan meningkat dan beban kerja host pengirim bertambah, padahal isi paket-paket tersebut sama. Oleh karena itu, dibuat konsep broadcast address. Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima paket tersebut. Konsekuensinya, seluruh host pada network yang sama harus memiliki address broadcast yang sama dan address tersebut tidak boleh digunakan sebagai IP Address untuk host tertentu. Jadi, sebenarnya setiap host memiliki 2 address untuk menerima paket : pertama adalah IP Addressnya yang bersifat unik dan kedua adalah broadcast address pada network tempat host tersebut berada. Address broadcast diperoleh dengan membuat seluruh bit host pada IP Address menjadi 1. Jadi, untuk host dengan IP address 167.205.9.35 atau 167.205.240.2, broadcast addressnya adalah 167.205.255.255 (2 segmen terakhir dari IP Address tersebut dibuat berharga 11111111.11111111, sehingga secara desimal terbaca 255.255). Jenis informasi yang dibroadcast biasanya adalah informasi routing.
* Netmask.
Adalah address yang digunakan untuk melakukan masking / filter pada proses pembentukan routing supaya kita cukup memperhatikan beberapa bit saja dari total 32 bit IP Address. Artinya dengan menggunakan netmask tidak perlu kita memperhatikan seluruh (32 bit) IP address untuk menentukan routing, akan tetapi cukup beberapa buah saja dari IP address yg kita perlu perhatikan untuk menentukan kemana packet tersebut dikirim.

Kaitan antara host address, network address, broadcast address & network mask sangat erat sekali – semua dapat dihitung dengan mudah jika kita cukup paham mengenai bilangan Biner. Jika kita ingin secara serius mengoperasikan sebuah jaringan komputer menggunakan teknologi TCP/IP & Internet, adalah mutlak bagi kita untuk menguasai konsep IP address tersebut. Konsep IP address sangat penting artinya bagi routing jaringan Internet. Kemampuan untuk membagi jaringan dalam subnet IP address penting artinya untuk memperoleh routing yang sangat effisien & tidak membebani router-router yang ada di Internet. Mudah-mudahan tulisan awal ini dapat membuka sedikit tentang teknologi / konsep yang ada di dalam Internet.

Tutorial Memasang Kabel LAN Dengan Konektor RJ-45

pingin posting tentang komputer kali ini titokun akan bahas tentang cara pemasangan. cukup mudah, anda hanya butuh konektor RJ45, kabel UTP, tang Crimping dan secangkir kopi. hehehehe.....
Pemasangan kabel Lan dengan Konektor RJ45 bisa dibilang gampang-gampang susah. Yang perlu diperhatikan adalah ketelitian dalam menyusun kabel sesuai urutan warna. Apa sih efeknya kalau tidak urut sesuai standard, kan sama kabelnya ? jawab BEDA, hasil yang didapatkan jelas beda karena ada media transfer, receiver maupun power pada kabel UTP. apa itu Kabel UTP ? Kabel UTP singkatan dari “Unshielded Twisted Pair". Disebut unshielded karena kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Dan disebut twisted pair karena didalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun spiral atau saling berlilitan (lihat gambar bawah). Apa itu Konektor RJ45 ? arti Konektor adalah penyambung jenis RJ45. Dan Tang crimping atau crimptool adalah alat untuk menggabungkan kabel dengan konektor RJ45. untuk pemasangan kabel lan, Ada 2 hal yang perlu diperhatikan disini yaitu Susunan Straight digunakan untuk Menyambungkan antara Computer dan HUB. Sedangkan Susunan Cross digunakan untuk Menyambungkan antara 1 computer dan computer lainnya atau antar HUB. Berikut gambaran penyusunan kabel.



bisa dilihat dari gambar yang kuambil dari wikipedia untuk kabel Straight (menghubungkan PC dengan LAN Device seperti Hub atau Switch) ujung-ujung kabelnya harus sama konfigurasinya. Bila membuat yang T568B, maka dua-duanya harus 'B'. Bila membuat yang 'A', maka dua-duanya harus 'A'.
Untuk kabel Cross (menghubungkan perangkat yang sejenis, misalnya PC ke PC, atau Hub/Switch ke Hub/Switch), ujung-ujung kabelnya yang satu menggunakan 'A' dan ujung lainnya menggunakan 'B'.

kalau masih bingung dengan gambar diatas akan saya tuliskan warna urutan kabel

STRAIGHT (Menghubungkan Computer dan HUB)

UJUNG A
1.WHITE - ORANGE
2. ORANGE
3. WHITE - GREEN
4. BLUE
5. WHITE - BLUE
6. GREEN
7. WHITE - BROWN
8. BROWN

UJUNG B

1.WHITE - ORANGE
2. ORANGE
3. WHITE - GREEN
4. BLUE
5. WHITE - BLUE
6. GREEN
7. WHITE - BROWN
8. BROWN

CROSS (Menghubungkan Computer - Computer atau Hub - Hub)

UJUNG A

1.WHITE - ORANGE
2. ORANGE
3. WHITE - GREEN
4. BLUE
5. WHITE - BLUE
6. GREEN
7. WHITE - BROWN
8. BROWN

UJUNG B

1.WHITE - GREEN
2. GREEN
3. WHITE - ORANGE
4. BLUE
5. WHITE - BLUE
6. ORANGE
7. WHITE - BROWN
8. BROWN

ok semoga bermanfaat

Cara Crimping dan Pasang Konektor RJ45 Pada Kabel UTP/LAN

Kabel UTP

Kabel UTP sebetulnya ada beberapa kategori yaitu dari kategori 1 - 7 yang sering digunakan untuk LAN biasanya kategori 5 atau sering disebut cat-5. Berikut ini kegunaan dari kabel kategori 1 - 7 diambil dari wikipedia. Bisa juga cari di MTC atau di Computer City, itu kalau kalian tinggal di wilayah makassar. Kalau gak jangan coba2 ke sana, mending cari di toko dekat rumah kamu sapa tau ada!

* cat 1: sebelumnya dipakai untuk POST (Plain Old Telephone Service) telephone dan ISDN.

* cat 2: dipakai untuk token ring network dengan bw 4mbps

* cat 3: dipakai untuk data network dengan frequensi up to 16Mhz dan lebih populer untuk pemakaian 10mbps

* cat 4: Frequensi up to 20Mhz dan sering dipakai untuk 16mbps token ring network.

* cat 5: Frequensi up to 100Mhz dan biasa dipakai untuk network dengan kecepatan 100Mbps tetap kemungkinan tidak cocok untuk gigabyte ethernet network.

* cat 5e: Frequensi dan kecepatan sama dengan cat-5 tetapi lebih support gigabyte ethernet network.

* cat 6: Memiliki kecepatan up to 250Mbps atau lebih dari dua kali cat-5 dan cat-5e

* cat 6a: Kabel masa depan untuk kecepatan up to 10Gbps

* cat 7: di design untuk bekerja pada frequensi up to 600Mhz.

Berikut ini contoh gambar kabel UTP yang sudah dipasang konektor, kabel cat-5e dalam keadaan terkupas dan kabel cat-6.

RJ-45 Connector

Setelah anda tahu jenis-jenis kabel sekarang konektor RJ-45 biar gak pusing ini gambarnya dan perbedaan nya dengan RJ-11 yang juga sering ditemukan dipasaran.

Gambar RJ-45 dengan 8 pin

Gambar RJ-11 dengan hanya memiliki 4 pin.

Crimp Tool

Crimp tool / Crimping tool adalah alat untuk memasang kabel UTP ke konektor RJ-45 / RJ-11 tergantung kebutuhan. Bentuknya macam-macam ada yang besar dengan fungsi yang banyak, seperti bisa memotong kabel, mengupas dan lain sebagainya. Ada juga yang hanya diperuntukan untuk crimp RJ-45 atau RJ-11 saja. Contoh gambarnya seperti ini.

Kabel Tester

Supaya anda yakin bahwa pemasangan kabel ke konektor sudah ok lebih baik kalau anda juga memiliki cable tester seperti berikut ini. Perbedaan diatara dua testerdibawah ini adalah yang satu memakai satu led untuk satu pair sementara yang satu lagi satu led untuk satu kabel. Untuk pemula lebih mudah untuk mempergunakan yang type satu led per kabel karena anda tidak akan dibuat pusing :D . Kemudian tester yang lebih kecil adalah remote cable tester yang dipakai apabila kabel yang di test panjang dan kedua ujung nya tidak berdekatan (misalnya ada diruangan yang berbeda). Cara penggunaannya adalah dengan memasang ujung kabel yang satu ke TX di cable tester yang besar kemudian set auto, kemudian di ujung yang lain kita pasang remote cable tester. Setelah itu anda cukup melihat remote cable tester saja. Apabila menyala berarti kabel terkoneksi dengan baik sementara apabila mati berarti kabel terputus.

Sedikit catatan: hasil test dengan menggunakan kabel tester tidak berarti menunjukan bahwa kabel tersebut bisa berfungsi dengan baik. Jarak maksimum 100meter dari kabel cat-5e kadang apabila di test dengan cable tester akan tetap menghasilkan nilai baik pada jarak lebih dari 100meter sementara ketika dialiri data koneksi terputus karena kabel terlalu panjang.

Tone generator

Alat yang berikutnya adalah tone generator yang mampu melakukan tracing di posisi mana kabel putus. Sangat berguna apabila anda tidak menginginkan untuk mengganti seluruh kabel ketika ada kerusakan.

Susunan kabel standar menurut warna pada posisi stright dan pada posisi cross

Setelah anda tahu alat-alat yang diperlukan untuk pemasangan kabel UTP ke RJ-45 soket, sekarang ada istilah dalam straight dan crossover dalam cabling.
Dari 8 kabel (4 pair) UTP kabel, yang terpakai sebetulnya hanya 4 kabel (dua pair). dua kabel untuk TX atau transfer data dan dua kabel untuk RX atau menerima data. Walaupun hanya empat kabel yang terpakai, kita tidak boleh sembarangan mengambil kabel mana saja yang akan dipakai. Kabel yang dipakai haruslah dua pair atau dua pasang. Tanda kabel satu pasang adalah kabel tersebut saling melilit dan memiliki warna / stripe yang sama. Menurut standar TIA/EIA-568-B pasangan kabel yang dipakai adalah pasangan orange-orange putih dan hijau-hijau putih.
Sementara pin yang dipakai dari delapan pin yang dimiliki RJ-45 yang terpakai adalah Pin nomor 1-2-3-6 sementara nomor 4-5-7-8 tidak terpakai untuk transfer dan receive data Alias nganggur.

Susunan kabel berdasar TX dan RX

Crossover / cross cable adalah kabel yang secara manual maping signal output pada satu konektor ke input di konektor yang satu nya lagi atau TX + dari satu konektor di Maping ke RX + di konektor yang lain dan TX - di konektor yang satu ke RX - di konektor yang lain.

Cross cable biasa dipakai untuk koneksi dari PC to PC / PC to Router, Pokoknya semua koneksi dari alat yang biasanya koneksi melalui switch atau hub tetapi dipasang secara langsung. Berikut ini contoh posisi kabel dalam kondisi crossover.

Gambar paling kiri adalah posisi warna pada satu sisi dan sisi yang lainnya berdasarkan standar internasional T568A dan T568B. Nomor konektor dihitung dari sebelah kiri dengan kondisi konektor bagian pinnya menghadap kita.

Gambar tengah adalah contoh kabel cross yang sudah jadi dan gambar berikutnya adalah contoh cross over adapter yaitu alat yang bisa membuat straight cable menjadi cross apabila anda tidak ingin merubah konektor dengan cara memotong nya.

Sementara untuk straight cable anda tidak perlu repot memikirkan cross over anda cukup menyamakan posisi kabel di satu sisi dengan sisi lainnya.

Tips untuk memasang Kabel ke Konektor

1. Siapkan semua peralatan terutama kabel, konektor RJ-45 dan Crimping tool.

2. Kupas bagian luar kabel (pembungkus kabel-kabel kecil) kira-kira sepanjang 1 cm dengan menggunakan pengupas kabel yang biasanya ada pada crimp tool (bagian seperti dua buah silet saling berhadapan itu untuk mengupas)

3. Susun kabel sesuai dengan keperluan. Untuk konektor pertama selalu susun dengan susunan standar untuk Straight atau T568A. Apabila anda merasa kurang nyaman dengan susunan kabel coba tarik sedikit semua kabel yang telah dikupas sementara tangan yang satu lagi memegang bagian kabel yang tidak terkupas. Kemudian susun kembali dengan cara memelintir dan membuka lilitan pasangan kabel.

4. Rapihkan susunan kabel dengan cara menekan bagian yang dekat dengan pembungkus kabel supaya susunan kabel terlihat rata.

5. Potong ujung-ujung kabel yang tidak rata dengan pemotong kabel (bagian yang hanya memiliki satu buah pisau dan satu bagian lagi datar pada crimp tool adalah pemotong kabel) sampai rapih. Usahakan jarak antara pembungkus kabel sampai ujung kabel tidak lebih dari 1cm.

6. Dengan tetap menekan perbatasan antara kabel yang terbungkus dan kabel yang tidak terbungkus, coba masukan kabel ke konektor RJ-45 sampai ujung-ujung kabel terlihat dibagian depan konektor RJ-45. Kalau masih belum coba terus ditekan sambil dipastikan posisi kabel tidak berubah.

7. Setelah anda yakin posisi kabel tidak berubah dan kabel sudah masuk dengan baik ke konektor RJ-45 selanjutnya masukan konektor RJ-45 tersebut ke crimpt tool untuk di pres. Ketika konektor dalam kondisi didalam crimp tool anda bisa memastikan kembali kabel sudah sepenuhnya menyentuh bagian dapet RJ-45 dengan cara mendorong kabel kedalam RJ-45. Pastikan juga bahwa bagian pembungkus kabel sebagian masuk kedalam konektor RJ-45.

8. Kemudian anda bisa menekan crimp tool sekuat tenaga supaya semua pin RJ-45 masuk dan menembus pelindung kabel UTP yang kecil. Apabila anda kurang kuat menekan kemungkinan kabel UTP tidak tersobek oleh pin RJ-45 sehingga kabel tersebut tidak konek. Dan apabila pembungkus bagian luar tidak masuk kedalam konektor RJ-45, apabila kabel tersebut sering digerak-gerakan, kemungkinan besar posisi kabel akan bergesar dan bahkan copot.

9. Lakukan langkah-langkah diatas untuk ujung kabel yang satu nya lagi.

10. Apabila anda yakin sudah memasang kabel UTP ke RJ-45 dengan kuat selanjutnya adalah test dengan menggunakan LAN tester apabila ada. Apabila anda tidak memiliki LAN tester jangan takut anda cukup melihat kembali kabel yang sudah terpasang, memastikan bahwa anda sudah cukup kuat memasang nya dan semua ujung kabel terlihat dari bagian depan RJ-45 maka hampir bisa dipastikan pemasangan kabel UTP tersebut sukses.

11. Silahkan di coba dan good luck :)

Installasi Jaringan LAN

Installasi Hardware Jaringan

Hubungan jaringan secara hardware antar komputer yang perlu diperhatikan sebagai berikut :

a. Jika Jaringan diaplikasikan pada ruangan atau gedung yang cukup luas, setiap ruangan atau setiap lantai dapat kita simpan satu buah HUB, kemudian dapat dihubungkan antar HUB menggunakan kabel tipe cross.
b. Untuk Jaringan sederhana dengan menggunakan dua buah komputer, kita dapat memasang NIC Card pada masing-masing komputer, kemudian gunakan kabel UTP dengan hubungan cross. Hubungan ini digunakan untuk system peer to peer.
c. Jika kita ingin membuat jaringan sederhana dengan beberapa komputer tanpa menggunakan HUB, kita dapat memasang beberapa NIC Card pada satu buah komputer yang kita buat sebagai server, kemudian masing-masing NIC Card kita hubungkan dengan komputer client. Namun hal tersebut terbatas pada jumlah slot ekspansi yang dapat digunakan.
Untuk jaringan ini, jika kita menggunakan OS Windows Xp pada masing-masing PC, maka komputer 2 dapat langsung berhubungan dengan komputer 4. Namun jika kita menggunakan OS Windows 95/98/ME, maka hubungan dapat dilakukan dengan terlebih dauhulu melalui komputer utama (1). Kelemahannya adalah dalam jaringan ini adalah komputer utama ini harus selalu menyala.
d. Jaringan sederhana antara dua buah komputer dapat dilakukan dengan kabel Laplink yang melalui soket Printer pada kedua komputer dan dihubungkan dengan kabel Laplink dengan Connector DB 25, namun penggunaannya terbatas hanya untuk transfer data saja. Program yang dapat digunakan di Windows adalah Laplink 2000 dan Untuk pada DOS digunakan program Norton Commander. Hubungan antara dua komputer ini dapat juga melalui saluran telepon dengan menggunakan modem atau menggunakan soket USB pada komputer terbaru.


Installasi Software Jaringan

Secara Logic system jaringan terbagi atas dua jenis yaitu :

Secara Logic system jaringan terbagi atas dua jenis yaitu :
a. Peer to Peer dimana semua pengguna komputer dalam jaringan tersebut memiliki level kekuasaan yang sama atau sejajar. sistem ini dikenal juga dengan Workgroup. Kedua system ini dapat dilakukan dalam sebuah system jaringan dimana peer to peer digunakan bila antar komputer client akan berkomunikasi langsung. Jika komputer Client menggunakan OS WIN95/98/ME, peer to peer dapat dilakukan tanpa seizing server. Sedangkan jika digunakan OS WIN NT Workgroup, WIN 2000 Pro, dan XP Pro, peer to peer dilakukan dengan seizin server.
b. Client Server yang memiliki perbedaaan level kekuasaan pada system. Artinya bahwa server dapat mengatur dan menentukan siapa pengguna atau user yang diizinkan menggunakan suatu komputer atau station secara spesifik. Server Administrator juga dapat menentukan file mana yang akan disharing, memantau kegiatan para user pada setiap station. Dsb.
Kedua system jaringan ini tidak tergantung dari bentuk topologi yang digunakan pada jaringan, namun dalam hal ini kita akan membahas setting peer to peer yang menggunakan topologi star sebagai berikut :

Jaringan Peer to Peer
1. Installasi NIC Card.
Saat menginstal NIC card pada komputer, kita kenal adanya card PnP(Plug And Play) dimana Windows akan secara otomatis menginstal driver untuk card tersebut ketika masuk Windows. Dan Adapula nPnP (Non Plug And Play) dimana kita harus menginstal secara manual drivernya. Setelah menginstal card ini kita harus mengecek agar card ini bekerja secara proporsional dan tidak terjadi konflik secara hardware.
2. Melakukan penginstalan protokol.
Klik kanan Network Neighborhood > Properties. Pada Network Panel Instal protokol NetBEUI kemudian restart kembali Windows.
3. Search for Computer.
Misalkan dua buah komputer telah disetting peer to peer seperti prosedur di atas. Jika Komputer 1 diberi nama PC1 dan Komputer 2 dinamai PC2. Pada PC1, Klik kanan kembali Network Neighborhood > Search for Computer… . Ketikan PC2. Jika PC2 ditemukan dan nama komputer PC2 ditemukan pada PC1, maka peer to peer sudah dapat dilaksanakan antara kedua komputer. Jika hal tsb belum terjadi, maka terjadi kesalahan pada hardware jaringan.
4. Sharing Printer
Sharing printer pada system client server dan peer to peer sama saja. Untuk Komputer yang secara hardware berhubungan langsung dengan printer dalam suatu jaringan kita sebut sebagai printer server. Pada saat penginstalan printer, Pada komputer printer server, saat harus diset sebagai Local Printer, kemudian sharing printer ke jaringan. Sedangkan pada komputer lain diset sebagai Network Printer, kemudian pilih printer yang ada di printer server.
Jaringan Client Server

Saat ini jaringan client server biasanya digunakan pada kantor-kantor yang memiliki banyak komputer dan dibutuhkan keamanan di dalam sistem jaringan yang dilaksanakan oleh sebuah komputer server. Komputer server ini berkuasa penuh atas seluruh komputer client dalam jaringan tersebut. Operating System yang biasa digunakan sebagai server diantaranya adalah Windows NT 4.0, Windows 2000 Server, Windows Xp Server, Windows Server 2003, LINUX dsb.

Untuk memudahkan para client dalam penggunaan Windows, saat ini Operating System pada komputer Client tidak lagi digunakan Windows NT 4 Workstation, tetapi ada OS yang sangat familiar digunakan oleh para user client yaitu Windows 2000 Professional dan Windows Xp professional. Dengan menggunakan OS ini client tidak dapat melakukan peer to peer dengan client lain tanpa izin server. Hal tersebut dapat dilakukan pada OS Windows 9x.

Penggunaan Windows 9x pada komputer client sebenarnya dapa mengurangi keamanan suatu jaringan karena hubungan peer to peer masih bisa dilakukan, untuk mengatasi hal tersebut biasanya data-data perusahaan penting hanya disimpan di server. Pembahasan mengenai OS untuk server akan dibahas pada bagian Installasi Client Server.

Jaringan Khusus
Kita dapat juga membuat suatu jaringan sederhana antar dua komputer dan terbatas untuk transfer data atau remote komputer. Software yang digunakan adalah Norton Commander atau Laplink 2000. Dengan software ini kita dapat memilih jenis hubungan yang digunakan, misalnya hubungan dengan kabel Laplink, USB, Internet, dsb.


Setting TCP/IP

Transport Control Protocol/Internet Protocol merupakan protocol komunikasi yang universal artinya sering sekali digunakan dalam jaringan dan kompatibel dengan banyak operating system dan software lainnya. Berbeda dengan protocol netBEUI, untuk berhubungan dengan jaringan kita harus menentukan alamat komputer client dengan menggunakan kode angka-angka yang teratur dan tergantung kelas TCP/IP yang digunakan. Kelas TCP/IP ini dibentuk berdasarkan jumlah komputer yang dapat ditampung oleh suatu jaringan sebagai berikut :

Kelas A : maksimal 16 juta Komputer.
Kelas B : maksimal 350 ribu Komputer.
Kelas C : maksimal s54 ribu Komputer.

a. Setting TCP/IP Address
Alamat TCP/IP ini berasal dari bentuk data biner 32-bit yang kemudian dipisahkan ke dalam empat kelompok bilangan biner 8-bit kemudian masing-masing kelompok bilangan biner diubah ke dalam bentuk decimal dengan memberi tanda titik sebagai pemisah antar kelompok. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada ilustrasi berikut :
Biner 32-bit : 11000000000100000001000011111110
Biner 8-bit : 11000000 . 00010000 . 00010000 . 11111110
OKTET 1
OKTET 2
OKTET 3
OKTET 4
Decimal
192
16
16
254
TCP/IP Address : 192.16.16.254
Berdasarkan kelasnya kita terikat aturan pembuatan nilai decimal alamat untuk setiap OKTET adalah sebagai berikut :
Kelas A : N . H . H . H
Kelas B : N . N . H . H
Kelas C : N . N . N . H
Dimana N : Network ID dan H : Host ID. Nilai Network ID harus sama pada setiap komputer karena merupakan identitas alamat jaringan yang digunakan, sedangkan Host ID nilainya harus berbeda untuk setiap komputer yang terhubung dalam jaringan, karena merupakan identitas spesifik tiap-tiap komputer. Pemberian nilai untuk Network ID dan Host ID harus mengacu juga kepada ketentuan berikut :
OKTET 1 : Kelas A = 1 - 127, Kelas B = 128 - 191, Kelas C = 192 - 223
OKTET 2 : Semua Kelas = 0 - 254
OKTET 3 : Semua Kelas = 0 - 254
OKTET 4 : Semua Kelas = 1 - 254
b. Setting Subnet Mask
Nilai Subnet Mask ini telah ditentukan untuk jaringan adalah sebagai berikut :

Kelas A : 255 . 0 . 0 . 0
Kelas B : 255 . 255 . 0 . 0
Kelas C : 255 . 255 . 255 . 0

Pada jaringan kelas C, Nilai OKTET keempat dalam Subnet Mask ini mewakili banyaknya jumlah sinyal yang dibroadcast suatu komputer yang mengirimkan data. Jumlah Nilai 0 menunjukkan bahwa jumlah sinyal yang dikeluarkan sebanyak 254 buah dalam sekali transfer.

Kita dapat juga menyesuaikan banyaknya sinyal yang dipancarkan dengan jumlah komputer yang terhubung kedalam jaringan tersebut walaupun hal ini tidak dipandang perlu karena dapat merepotkan jika terjadi penambahan komputer serta tidak terlalu signifikan untuk mempercepat lalu lintas data. Namun hal tersebut dapat juga kita lakukan dengan cara menentukan banyaknya jumlah sinyal yang akan dipancarkan atau banyaknya komputer dalam jaringan, kemudian ubah kedalam bentuk biner, kemudian nilainya diinverskan, dan kemudian ubah kembali kedalam nilai decimal yang merupakan nilai yang harus diisikan pada OKTET ke 4 dalam Subnet Mask.
Contoh :
Jumlah Sinyal yang diinginkan : 20 Buah
Mengubah ke dalam Biiner : Nilai Biner dari 20 = 10110
Menginverskan Biner : Inverse dari 10110 = 01001
Mengubah Ke Desimal : Desimal dari 01001 = 16.0 + 8.1 + 4.0 + 2.0 + 1.1 = 9

Sehingga Nilai Subnet Mask untuk 20 sinyal = 255 . 255 . 255 . 9
c. Test dan Troubleshooting
> Setelah Setting selesai, maka kita diminta merestart Windows dan kemudian masuk Windows dengan Logon terlebih dahulu.
> Klik Start > Run kemudian ketikan ping xxx . xxx . xxx. xx . xx yang merupakan IP Address komputer sendiri untuk mengetes komunikasi Windows dengan Card NIC. Jika Muncul tulisan Reply Time Out, mungkin driver card tidak terinstal sempurna atau terjadi konflik pengalamatan hardware.
> Jika Muncul tulisan Reply, maka card sudah dapat digunakan. Hal ini harus dilakukan pada semua komputer yang akan dibuat jaringan untuk memastikan tiap-tiap komputer siap dihubungkan pada jaringan.
> Setelah kabel jaringan terpasang, kemudian klik kembali Start > Run . kemudian ketik kembali ping (IP Address yg dituju) -t ( -t : berfungsi mengetahui status koneksi secara kontinyu). Jika tertulis Destination Host Unreachable berarti alamat yang kita masukan salah atau tidak ditemukan. Cek kembali alamat yang network ID dan host ID yang dituju. Jika alamat benar, cek kembali koneksi kabel jaringan. Jika tertulis status Reply Time Out, maka komputer yang kita tuju tidak berada dalam kondisi online terhadap jaringan.
> Untuk mengecek IP address kita dengan cepat klik Start>Run dan ketik winipcfg


Setting DHCP ( Dynamic Host Configuration Protocol )

DHCP merupakan fasilitas yang memudahkan pengalamatan TCP/IP. Berbeda dengan setting TCP/IP dimana kita memasukan secara manual alamat IP untuk setiap komputer, DHCP memberikan kemudahan bagi server untuk menentukan alamat IP suatu komputer Client secara fleksibel. Fasilitas DHCP ini terdapat pada Windows NT4 Server. Untuk menginstall fasilitas ini harus dilakukan langkah berikut :

1. Klik Network Panel > Add > DHCP Server
2. Setelan DHCP Panel muncul, tentukan server yang digunakan :
Server > Add ( Nama Server, Nma PC Server )
3. Klik Server yang suda di create :
Start > Program > DHCP Manager
Scope > Create
4.

Isikan range IP address yang diberikan ke komputer client.

Contoh :
Range DHCP disetting dari IP 192.168.0.1 sampai 192.168.0.10 untuk sepuluh buah komputer client. Alamat IP pada komputer client tergantung dari urutan komputer client yang dinyalakan. Sehingga komputer yang pertama dinyalakan memiliki alamat IP : 192.168.0.1 dsb.

5. Setting pada Server :
PC yang mendapatkan IP address DHCP dapat dikenali dan dimonitor dengan menggunakan Scope > active leases
DHCP
dapat diaktifkan dan di nonaktifkan pada server
6. Setting pada Client :
TCP/IP disetting pada otomatis
Gunakan perintah Start > Run dan ketik winipcfg untuk mengetahui IP address komputer client yang bersangkutan


ROUTER

Router merupakan suatu komponen dalam jaringan yang berfungsi menginterkoneksi antar jaringan yang memiliki network ID yang berbeda sehingga dapat dilakukan komunikasi antar jaringan. Router ini dapat berupa perangkat keras khusus (merk CISCO) yang memiliki Operating Sistem tersendiri untuk memprogramnya. Router ini memiliki virtua Ethernet yang dapat dikonfigurasi pada IP address yang berbeda, dan secara elektronik menghubungkan konfigurasi IP address tersebut. Pemasangan secara hardwarenya cukup simple yaitu menghubungkannya dengan HUB atau SWITCH secara langsung.

ROUTER ini dapat kita bangun juga dari sebuah PC yang memiliki OS WinNT, Win2000 Server, atau Linux yang memiliki fasilitas router secara software. Namun kita harus memiliki beberapa Ethernet card yang mewakili IP Address yang akan kita interkoneksi, dan aplikasi router cara ini terbatas pada jumlah slot ekspansi komputer yang dijadikan router. Dan komputer yang akan dijadikan Router ini dapat berdiri sendiri dengan spesifikasi yang standard, atau sekaligus bergabung dengan komputer server sehingga keandalan kemampuan komputernya harus juga diperhitungkan.

HUB dan SWITCH

Secara prinsip kedua alat ini memiliki fungsi memfalsilitasi interkoneksi lalu lintas data antar komputer dalam sebuah jaringan. Di pasaran kedua komponen ini memiliki jumlah saluran atau port yang jumlahnya antara 8, 16, 32, dan 64, dimana masing-masing port ini dihubungkan langsung pada sebuah PC.

Perlu kita ketahui bahwa semakin banyak jumlah komputer yang digunakan, maka kecepatan tranfer data jaringan bisa berkurang. Misalkan kita memiliki sebuah HUB dengan 4-port saluran. Jika keempat port dihubungkan pada sebuah komputer, maka kecepatan tiap port ini 1/4 kali dari kecepatan tranfer ethernet. Jika kita hanya memasang tiga buah komputer saja sehingga sebuah channel port tidak digunakan, maka kecepatan tiap port tersebut masih tetap besarnya 1/4 kali dari kecepatan tranfer ethernet. Hal tersebut merupakan kelemahan dari penggunaan sebuah HUB.

Untuk mencegah pemborosan atas pengurangan kecepatan tersebut, maka kita dapat menggunakan komponen SWITCH. Komonen ini dapat mencegah secara otomatis mendeteksi port yang tidak digunakan dan menutup saluran data ke port tersebut, sehingga jika kita aplikasikan sesuai contoh di atas, maka dengan memasang hanya tiga buah komputer pada SWITCH 4-port, kecepatan masing-masing port kecepatannya bertambah menjadi 3/4 kali dari kecepatan tranfer ethernet.

Dari kedua perbandingan di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan SWICTH lebih baik jika kita ingin mengutamakan kecepatan dari suatu jaringan.


Koneksi Jaringan Peer to Peer

1. Sediakan kabel Cross kable untuk jaringan peer to peer.
2. Pastikan diantara dua computer atau lebih terkoneksi dengan adanya tanda koneksi pada
background seperti dibawah ini :
3. Kemudian setting IPAdrress pada masing-masing komputer workstation dengan cara :
• Klik kanan pada My Network Place, Klik Properties
• Klik Properties pada Local Area Connection Status
• Pada menu General, pilih Internet Protocol (TCP/IP)
• Pilih Properties
• Kemudian pilih Use the following IP address
• Isi IP address, yang saya contohkan adalah IP address kelas c (192.168.0.4 dengan Subnet
Mask 255.255.255.0).
• Lalu setting pada komputer yang lain dengan IP Address kelas c yang sama, akan tetapi
bedakan pada penomoran alamat untuk komputer-komputer yang lain (seperti
192.168.0.2,………dan seterusnya).
4. Setting Workgroup jaringannya, yang saya contohkan adalah workgroup bernama T K seperti
berikut :
• Klik kanan pada My Computer dan pilih properties
• Pada menu Computer Name, pilih tab change
• Pada kolom workgroup, berikan nama T K dan klik ok
• Restart komputer
5. Kemudian lakukan pengecekan keberhasilan dari pengkoneksian tadi dengan cara sebagai
berikut :
• Klik Start, pilih Run dan ketikan CMD untuk masuk ke Ms-Dos
• Ketik IPCONFIG untuk melihat IPAddress yang telah di setting tadi.
• Kemudian ketik Ping spasi IPAddress workstation yang lain. Seperti contoh (ping
192.168.0.2).
• Jika terdapat pesan Reply….. seperti dibawah ini, maka pengkoneksian peer to peer berhasil